Kamis, 07 April 2011

Anatomi dan Fisiologi Organ Reproduksi Betina

Sapi betina tidak hanya memproduksi sel kelamin yang sangat penting untuk mengawali kehidupan turunan baru, tetapi ia menyediakan pula tempat beserta lingkungannya untuk perkembangan individu baru itu, dimulai dari waktu pembuahan ovum dan memeliharanya selama awal kehidupan. Tugas ini dilaksanakan oleh alat reproduksi primer dan sekunder.

Alat reproduksi primer, yaitu ovaria memproduksi ovum dan hormon betina. Organ reproduksi sekunder yaitu terdiri atas tuba fallopi, uterus, cervix, vagina dan vulva. Fungsi alat-alat ini adalah menerima dan mempersatukan sel kelamin jantan dan betina, memelihara dan melahirkan individu baru. Seringkali kelenjar susu dihubungkan sebagai pelengkap alat kelamin, karena kelenjar ini berhubungan erat dengan reproduksi dan penting untuk memberi makan anaknya yang baru dilahirkan selama beberapa waktu.


Alat reproduksi dara telah terbentuk jauh sebelum dilahirkan. Sesudah dilahirkan organ tersebut berkembang tahap demi tahap sampai dengan dewasa kelamin dan mampu untuk mengandung dan melahirkan anak. Peristiwa ini disebut akil balik atau pubertas. Sesudah akil balik, alat reproduksi berkembang terus, sampai tercapainya pertumbuhsn ysng sempurna sesuai dengan perkembangan badannya.
Sewaktu differensiasi kelamin dimulai, gonad mengandung unsur-unsur sel yang akan berkembang kearah jantan atau betina. Differensiasi tergantung pada genotype dan pengaruh lingkungan luar dan dalam.

1. Anatomi dan fisiologi organ reproduksi betina

Reproduksi betina

Alat Genitalia Eksterna
• Labia mayora ➬ terdiri atas bagian kanan dan kiri, lonjong mengecil ke bawah, terisi oleh jaringan lemak yang serupa dengan yang ada di mons veneris. Ke bawah dan ke belakang kedua labia mayora bertemu dan membentuk commisura posterior.
• Labia minora ➬ suatu lipatan tipis dari kulit sebelh dalam labium mayora. Ke depan kedua bibir kecil bertemu dan membentuk di atas clitoris preputium clitoridis, dan di bawah clitoris frenulum clitoris.
ke belakang ➬ fossa navikulare
• Ciltoris ➬ kira-kira sebesar kacang ijo, terdiri atas glans clitoris , corpus clitoris, dan dua krura yang menggantung clitoris ke os pubis.

Vulva

Vulva merupakan suatu nama yang diberikan terhadap alat kelamin betina bagian luar termasuk clitoris dan vestibulum. Kira-kira 7-10 cm masuk ke dalam dari lubang luar dan pada lantai atau dinding ventral vestibulum terdapat celah sepanjang 2,5 cm. Celah ini merupakan pintu masuk ke dalam kantung suburetra (diverticulum suburethralis) dan juga merupakan sebagai orivicium urethralis. Saluran urethra masuk ke dalam vestibulum sedikit di depan saluran buntu tadi. Saluran buntu sendiri panjangnya 3-4 cm. Saluran urethra berjalan ke depan, tepat dibawah vagina, ke kantung air seni.

Di sebelah menyebelah vestibulum, di sisi lateral orificium urethralis dan sedikit di belakangnya, terdapat lubang ke kelenjar bulbovestibular. Kelenjar-kelenjar ini nampaknya berperan kurang penting pada sapi. Kelenjar ini adalah homolog dengan kelenjar bulbo-urethtralis pada sapi jantan.
Lubang luar alat kelamin sapi betina berada tepat dibawah anus. Panjang 12 cm dan mempunyai sudut lebar berbentuk bulat disebelah dorsal dan sudut sempit disebelah ventral. Labia mayora yang tebal ditutupi oleh rambut-rambut halus sampai tempat sambungan dengan mucosa. Pada perkawinan secara alamiah penis masuk ke dalam alat reproduksi betina melewati vulva, dan pada waktu melahirkan anak sapi melewatinya.
--Alat Genitalia Interna

Vagina

Perpanjangan dari cervix sampai ke tempat urethra dengan saluran alat kelamin adalah bagian berdinding tipis yang disebut vagina. Mulai dari sini sampai ke lubang vulva, saluran reproduksi dan air kencing memiliki saluran yang sama, disebut vestibulum atau sinus urogenetalis. Padasapi yang tidak bunting, vagina dan vestibulum bersama-sama memiliki panjang 12-30 cm. selama bunting, bila uterus menggantung masuk ke dalam ruang perut, panjang vagina dapat menjadi dua kali lipat.
Dinding vagina tipis tetapi sangat kuat dan lentur, dan pelebaran vagina hanya dibatasi oleh dinding pelvis. Sel-sel epitel dinding vagina berubah-ubah selama siklus birahi, dan ikut memberikan sekresi lendir. Sel-sel yang berada dekat cervix (os. Cervix) terutama berfungsi sebagai penghasil lender. Sel epitel dinding vagina yang berada dekat cervix terdiri dari lapisan jajaran sel penghasil lendir dan sel epitel tipis dekat vestibulum lapisan jajaran sel tadi menebal, dan sel-sel dan sel-sel permukaan sedikit banyak berkornifikasi.

Cervix

Cervix merupakan bagian alat reproduksi yang berdinding tebal dengan panjang 5-10 cm dari tempat sambungan dengan uterus ke arah belakang yang berkesinambungan dengan vagina yang berdinding tipis. Tebal cervix kira-kira3,0 – 4,4 cm. Lapisan urat daging cervix sangat tebal, dan mucosanya mempunyai banyak lipatan-lipatan atau cincin-cincin. Lapisan yang berhadapan saling menindih, membentuk saluran berspiral di sepanjang cervix. Bentuk ini menyebabkan cervix dapat menutup dengan ketat dengan satu sumbat dan lender kental selama kebuntingan. Pada waktu melahirkan, cervix melebar, memungkinkan fetus beserta selaputnya melewatinya. Mucosa cervix mengandung banyak sel-sel penghasil lendir yang mensekresikan banyak lendir yang keluar melalui vuva pada waktu birahi.

Saluran yang terdapat pada serviks disebut kanalis servikalis berbentuk sebagai saluran lonjong. pintu saluran serviks sebelah dalam disebut ostium uteri internum (OUI), dan di pinti vagina disebut ostium uteri eksternum (OUE).

Ligamentum yang menfiksasi uterus :
1. Ligamentum kardinale sin et dext, mencegah supaya uterus tidak turun.
2. Ligamentumsakro-uterinum sin et dext, menahan uterus supaya tidak banyak bergerak.
3. Lig. Rotundum sin et dext, menahan uterus dalam antefleksi dan berjalan dari fundus uteri kiri dan kanan ke daerah inguinal kiri dan kanan.
4. Lig. Latum sin et dext, meliputi tuba, berjalan dari uterus ke arah sisi.
5. Lig. Infundibulo-pelvikum, yang menahan tuba berjalan dari arah infundibulum ke dinding pelvis.
6. Lig. Ovarii proprium sin et dext, pada sudut kiri dan kanan belakang fundus uteri, menahan ovarium.
Isthmus ➬ bagian uterus antara serviks dan korpus uteri.
Uterus diberi darah oleh a. uterina sin et dext yang berasal dari a. iliaka interna (=a. hipogastrika).

Uterus

Uterus sapi, sama seperti pada ternak besar lainnya, berbentuk bicornua (2 tanduk). Pada hewan yang tak bunting uterus berada 25-40 cm ke depan dari lubang vulva, tepat di depan cervix. Corpus uteri yang bergaris tengah transversal 9-12 cm berukuran panjang 2-5 cm dan bagian depan terbagai atas 2 tanduk. Karena tanduk uterus terletak berdekatan sepanjang 10-15 cm dan tumbuh bersama, maka seakan-akan corpus uteri tampak lebih panjangdari pada kenyataannya. Kadang-kadang tanduk uteri memanjang masuk ke dalam cervix, sehingga tak terdapat corpus uteri. Pada tempat dimana kedua tanduk memisahkan diri garis tengahnya 3-4 cm, dan mengangsur mengecil dan melingkar ke depan dan ke bawah lalu ke belakang dank e atas untuk bersatu dengan tuba fallopi. Dari tempat pemisahan panjang tanduk uterus menjadi 30-55 cm. Panjang uterus beragam sesuai dengan umur hewan dan factor lain.

Biasanya pada sapi muda dan tak bunting hampir seluruh uterus berada di dalam ruang pelvis. Uterus dari sapi yang pernah melahirkan beberapa kali, dan terletak seluruhnya ke ruang perut.

Tebal dinding uterus pada pangkal tanduk 9-12 cm. Mulai dari titik ini sampai dengan ujung cornua yang kecil dindingnya tipis, dan pada tempat sambungan dengan tuba fallopi tebalnya hanya kira-kira 2 mm. Dinding uterus terdiri dari 3 lapis urat daging licin, 2 Lapis daging urat membujur, dan satu lapis urat daging melinhkar ditengah-tengahnya dan selaput lendir.

Serabut-serabut urat daging berkesinambungan dari urat daging cervik dan ligament uterus. Mucosa uterus juga berkesinambungan dengan mucosa cervix. Mucosa uterus memiliki kelenjar-kelenjar uterus dan banyak sekali penjuluran keeping benih, dan keping benih ini memiliki liang-liang bercabang tempat penjuluran selaput fetus masuk ke dalamnya masuk selama bunting. Uterus sapi dapat memiliki 80-120 keping benih, dengan ukuran pada sapi yang tak bunting mencapai panjang 15-17 mm, lebar 6-9 mm dan tebal 2-4 mm.

Uterus terdiri atas :
1. Fundus uteri, bagian uterus proksimal, kedua tuba fallopi masuk uterus.
2. Korpus uteri, bagian uterus yang terbesar. Rongganya di sebut cavum uteri.
3. Serviks uteri yang terdiri atas : a) pars vaginalis servisis uetri yang dinamakan porsio; b) pars supravaginalis servisis uteri, terdapat di atas vagina.
Tuba Fallopi
Tuba fallopi sapi betina merupakan satu pasang saluran yang berkelok-kelok dan berjalan dari ovarium ke bagian yang sempit cornua uteri. Saluran ini terletak dilipatan peritoneum berasal dari lapisan lateral dan ligament besar.

Tuba fallopi memiliki garis tengah kecil kira-kira dimulai dari bagian pertengahan pembuluh sampai titik terdekat persambungan dengan kedua uteri. Di daerah ovarium tuba fallopi melebar sebagai corong yang disebut infundibulum. Berdasarkan garis tengah dan kerangka internanya, tuba fallopi terbagi atas tiga bagian isthmus, atau bagian yang sempit yang berhuungan dengan cornua uteri, ampula atau bagian yang berangsur-angsur melebar; dan infundibulum yang ujungnya membuka rongga peritoneum.

• Tuba fallopi , terdiri atas :
1. Pars interstisialis, bagian yang terdapat di dinding uterus;
2. Pars ismika, bagian medial tuba yang sempit seluruhnya;
3. Pars ampularis, bagian yang berbentuk sebagai saluran agak lebar, tempat konsepsi terjadi;
4. Pars infundibulum, bagian ujung tuba yang terbuka ke arah abdomen dan mempunyai fimbria.
Fungsi dari tuba falopii adalah untuk mengeluarkan ovum ke tanduk uterus dan juga merupakan tempat terjadinya fertilisasi antara spermatozoa dengan ovum.
2. Bandingkan organ reproduksi betina pada setiap hewan
System reproduksi pada betina terdiri atas ovarium dan duktus. Pada semua mamalia terdapat sepasang ovarium. Ovarium tersebut terletak dekat ginjal, yaitu tempat ovarium pertama kali mengalami differensiasi. Tidak seperti testis yang mengalami penurunan, maka ovarium selama perkembangannya dapat dikatakan tetap ditempat semula. Permukaan bebas dari ovarium menjorok ke arah ruang tubuh.

Pada ovarium babi, domba, sapi dan manusia kadang-kadang ditemukan system duktus yang cukup luas, yang biasanya hanya terbatas pada medulla ovarium. System ini telah dilacak pada ovarium domba dan babi serta telah ditemukan terakhir buntu. Duktus-duktus tersebut tersebut merupakan sisa epooforon, yang mungkin dibatasi oleh epitelia berbentuk kolumner tinggi atau kuboidal. Struktur tersebut tidak berperan pada reproduksi yang normal.

Berdasarkan atas fungsi fisiologis dan struktur mikroskopis duktus muller (yang terdapat pada unggas biasanya disebut oviduk), oviduk ini dibagi menjadi bagian-bagian sebagai berikut: infundibulum, magnum, isthmus, kelenjar kerabang telur, dan vagina.

Infundibulum terdiri atas corong atau fimbria yang menerima telur yang telah diovulasikan dan bagian yang telah diovulasikan dan bagian kalasiferos merupakan tempat terbentunya kalaza, yaitu suatu bangunan

3. Fisiologi dan Anatomi Ovarium
Ovarium merupakan organ endokrin atau sitogenik yaitu suatu organ yang menghasilkan sel dan hormone. Yang mana produk hormonnya langsung diserap oleh darah. Ovary terdiri sepasang kiri kanan, berbentuk bulat telur dengan ukuran bervariasi tergantung jenis hewan dan terletak dibelakang ginjal.

Berdasarkan anatominya bagian kortek ovarium (zona perenkimatosa) terdiri dari jaringan ikat ireguler yang pada yang disebut tumina albugenia. Sedang bagian tengah (medulla) dan sentral (zona vakulosa) merupakan suatu rongga (vaskuler).

Korda dari sel epithel germinal masuk ke daerah stroma dan akhirnya membentuk sel yang disebut folikel primer. Folikel ini berkembang menjadi oosti atau ovium. Ovium terus membesar, berganda menjadi beberapa lapis hingga membentuk folikel sekunder dan folikel masak (tersier).

0 komentar:

Poskan Komentar